Selasa, 16 September 2014

Penilaian Pencapaian Kompetensi Keterampilan Kurikulum 2013

1.      Pengertian
Penilaian pencapaian kompetensi keterampilan merupakan penilaian yang dilakukan terhadap peserta didik untuk menilai sejauh mana pencapaian SKL, KI, dan KD khusus dalam dimensi keterampilan. SKL keterampilan untuk satuan pendidikan tingkat SMP/MTs/SMPLB/Paket B adalah lulusan memiliki kualifikasi kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain sejenis (Permendikbud 54 tahun 2013 tentang SKL). SKL ini merupakan tagihan kompetensi minimal setelah peserta didik menempuh pendidikan selama 3 tahun atau lebih dan dinyatakan lulus. Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran mengenai kompetensi yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas, dan mata pelajaran. Kompetensi Dasar (KD) merupakan kompetensi yang dipelajari peserta didik untuk suatu mata pelajaran di kelas tertentu.Pencapaian KI dan KD keterampilan mencakup keterampilan pikir dan tindak dalam ranah abstrak dan konkret. Sebagai contoh, keterampilan memecahkan masalah dalam matematika atau IPA termasuk dalam keterampilan ranah abstrak. Keterampilan melempar dan melompat dalam olah raga termasuk dalam keterampilan ranah konkret.

2.      Cakupan Penilaian Pencapaian Kompetensi Keterampilan
Cakupan penilaian keterampilan meliputi keterampilan peserta didik dalam berpikir dan bertindak yang dipelajari di sekolah dan sumber lain. Keterampilan ini meliputi: keterampilan mencoba, mengolah, menyaji, dan menalar. Dalam ranah konkret keterampilan ini mencakup aktivitas menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat. Dalam ranah abstrak, keterampilan ini mencakup aktivitas menulis, membaca, menghitung, menggambar(misalnya grafik dan bangun datar atau ruang dalam matematika),menganalisis, dan mengarang. Keterampilan ini mengacu pada KD dari KI-4 untuk setiap mata pelajaran. Sebagai contoh, untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia KD 4.2 Menyusun teks hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan, ditekankan pada kompetensi abstrak yakni menyusun teks. Namun demikian, untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan KD 4.1  Mempraktikkan teknik dasar permainan bola besar dengan menekankan gerak dasar fundamental, ditekankan pada kompetensi konkret, yaitu menggunakan teknik permainan bola.

Pada setiap akhir tahun pelajaran, sesuai dengan Permendikbud Nomor 68 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP-MTs, kompetensi inti keterampilan (KI-4), yang menjadi tagihan masing-masing kelas adalah sebagai berikut.




Tabel 19: Kompetensi Inti Keterampilan  (KI-4)

KOMPETENSI INTI 4
KELAS VII
KOMPETENSI INTI 4
 KELAS VIII
KOMPETENSI INTI 4
KELAS IX
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori

Kelompok KD (Kompetensi Dasar) keterampilan dirumuskan untuk mencapai kompetensi inti keterampilan (KI-4). Rumusan kompetensi dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran.

3.      Perumusan dan Contoh Indikator Pencapaian Kompetensi Keterampilan
Indikator pencapaian kompetensi keterampilan merupakan ukuran, karakteristik, ciri-ciri, pembuatan atau proses yang berkontribusi/menunjukkan ketercapaian suatu kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi keterampilan dikembangkan oleh guru dari KI dan KD dengan memperhatikan perkembangan dan kemampuan setiap peserta didik. Setiap kompetensi dasar dapat dikembangkan menjadi dua atau lebih indikator pencapaian kompetensi keterampilan, hal ini sesuai dengan keluasan dan kedalaman kompetensi dasar tersebut. Indikator-indikator pencapaian kompetensi belajar dari setiap kompetensi dasar merupakan acuan yang digunakan untuk melakukan penilaian. Indikator pencapaian kompetensi keterampilan dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, antara lain mengidentifikasi, menghitung, membedakan, menyimpulkan,menceritakan kembali, mempraktikkan, mendemonstrasikan, mendeskripsikan, dan sebagainya. Berikut ini contoh perumusan indikator dari beberapa mata pelajaran.



Tabel 20: Contoh Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Mapel/Kelas/ Semester
KI-4
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
(A-1)
Pendidikan Agama Islam/
VII/1
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudutpandang/teori.
4.3.1. Membaca Q.S. Al-Mujadilah (58):11, Q.S. Ar-Rahman (55): 33, Q.S. An-Nisa (4): 146, Q.S. Al-Baqarah (2): 153, dan Q.S. Ali Imran (3): 134 dengan tartil.
1.      Mendemonstrasikan pembacaan Q.S. Al-Mujadilah (58):11, Q.S. Ar-Rahman (55): 33, Q.S. An-Nisa (4): 146, Q.S. Al-Baqarah (2): 153, dan Q.S. Ali Imran (3): 134 dengan tartil.

(A-1)
Pendidikan Agama Katolik/
VII/1
Mencoba,  mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
4.1 Menyusun doa yang mengungkapkan rasa syukur dirinya sebagai citra Allah yang diciptakan baikadanya

1.   Menyusun doa  pengungkapan rasa syukur atas dirinya sebagai citra Allah yang diciptakan baik adanya.
2.   Melakukan satu kegiatan yang menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas sebagai citra Allah.
(A-2)
PKn/VII/1
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranahabstrak(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
4.2  Menyajikan hasil telaah tentang sejarah perumusan dan pengesahan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945

1.      Menyusun  tulisan singkat  tentang sejarah perumusan dan penetapan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
2.      Mempresentasikan tulisan singkat di depan kelas tentang sejarah perumusan dan penetapan UUD Negara Republik Indonesia  Tahun 1945
3.      Menyajikan simulasi sidang penetapan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh PPKI tanggal  18 Agustus 1945.
(A-3)
Bahasa Indonesia/
VII/1
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

4.2  Menyusun teks hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan
1.      Menulis judul teks dengan tidak menyontek karya orang lain
2.      Menulis klasifikasi umum teks hasil observasi sesuai dengan fakta yang ditemukan
3.      Menulis deskripsi penciri teks hasil observasi secara detail sesuai dengan data yang dikumpulkan
4.      Menyusun teks hasil observasi
(A-4)
Matematika/
VII/1
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
4.3.
Membuat dan menyelesaikan model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel

1.      Membuat model matematika dari permasalahan terkait dengan dunia nyata
2.      Menyelesaikan masalah dari model yang sudah dirumuskan
3.      Menginterpretasikan hasil penyelesaian masalah
4.      Mempresentasikan penyelesaian masalah yang dilakukan
(A-5)
IPA/VII/1
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

4.1.            Menyajikan hasil pengukuran terhadap besaran-besaran pada diri, makhluk hidup, dan lingkungan fisik dengan menggunakan satuan tak baku dan satuan baku.
1.      Menyajikan hasil pengamatan, inferensi, dan mengomunikasikan hasilnya.
2.      Melakukan pengukuran besaran-besaran panjang, massa, waktu dengan alat ukur yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
3.      Melakukan pengukuran besaran-besaran turunan sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
4.      Menerapkan pengamatan (termasuk pengukuran) untuk memecahkan masalah yang relevan.
5.      Melakukan pengukuran besaran-besaran panjang, massa, waktu dengan alat ukur yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
(A-6)
IPS/VII/1
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

4.3  Mengobservasi dan menyajikan bentuk-bentuk dinamika interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi di lingkungan masyarakat sekitar
1.      Mengamati bentuk-bentuk dinamika interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi
2.      Memaparkan hasil pengamatan bentuk-bentuk dinamika interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi
3.      Menganalisis hasil pengamatan bentuk-bentuk dinamika interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi
4.      Menyajikan rancangan kegiatan sosial dengan tema “Upaya-upaya pencegah terjadinya bencana banjir”.
(A-7)
Bahasa Inggris/ VII/1
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

4.1. Menyusun teks lisan untuk mengucapkan dan merespon sapaan, pamitan, ucapan terima kasih, dan permintaan maaf, dengan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.

1.      Menyusun teks lisan tentang ungkapan sapaan, pamitan, ucapan terima kasih, dan permintaan maaf sesuai dengan konteks
2.      Menggunakan ungkapan sapaan, pamitan, ucapan terima kasih, dan permintaan maaf sesuai dengan konteks
3.      Merespon ungkapan sapaan, pamitan, ucapan terima kasih, dan permintaan maaf sesuai dengan konteks
(B-1)
Seni Budaya/
VII/2
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
4.3 Memperagakan  gerak tari   berdasarkan level, dan pola lantai  sesuai iringan
1.      Mempraktikkan  gerak tari berdasarkan level
2.      Mempraktikkan gerak tari dengan berdasarkan pola lantai
3.      Mengombinasikan gerak tari dengan  level dan pola lantai
4.      Memperagakan  gerak tari sesuai dengan  iringan
(B-2)
Penjasorkes/
VII/1
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori
4.1  Mempraktikkan teknik dasar permainan bola besar dengan menekankan gerak dasar fundamental.
1.      Menendang bola dengan berbagai variasi.
2.      Mengontrol/memberhentikan bola dengan berbagai variasi.
3.      Menggiring bola dengan berbagai variasi.
4.      Mengombinasikan teknik dasar menggiring dan menendang dengan berbagai variasi
5.      Mengombinasikan teknik dasar mengontrol dan menendang dengan berbagai variasi.
6.      Menerapkan berbagai teknik dasar dalam permainan sepak bola
(B-3)
Prakarya/
VII/2
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan mem-buat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
4.3              Mencoba membuat karya kerajinan dan pengemasan dari bahan buatan sesuai desain dan bahan buatan yang ada di wilayah setempat
1.      Membuat desain karya kerajinan fungsionaldari bahan lunak buatan
2.   Membuat karya kerajinan fungsional dari bahan lunak buatan
3.   Membuat kemasan produk kerajinan dari bahan buatan yang  praktis dan ekonomis

4.    Teknikdan Bentuk Instrumen Penilaian Kompetensi Keterampilan

a.   Teknik Penilaian Kompetensi Keterampilan
Berdasarkan Permendikbud Nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian, pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio.

1)      Tes praktik
Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuaidengan tuntutan kompetensi.

Tes praktik dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu.Penilaian digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti praktik shalat, praktik di laboratorium, bermain peran, menggambar alam benda, praktik olahraga, membuat karya kerajinan, memainkan alat musik, bernyanyi, dan membaca puisi/deklamasi. Untuk dapat memenuhi kualitas perencanaan dan pelaksanaan tes praktik, berikut ini adalah petunjuk teknis dan acuan dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian melalui tes praktik.
a)         Perencanaan Tes Praktik
Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dilakukan dalam merencanakan tes praktik.
(1)      Menentukan kompetensi dasar yang cocok untuk dinilai melalui tes praktik
(2)      Menyusun indikator pencapaian kompetensi
(3)      Menguraikan aspek-aspek yang menunjukkan capaian indikator hasil pencapaian kompetensi dasar (KD)
(4)      Menyusun aspek-aspekdan rentang skor ke dalam rubrik penilaian
(5)      Menyusun tugas sesuai dengan rubrik penilaian
(6)      Mengujicobakan tugas jika terkait dengan kegiatan praktikum atau penggunaan alat
(7)      Memperbaiki tugas berdasarkan hasil uji coba, jika dilakukan uji coba
(8)      Menyusun kriteria/batas ketercapaian kompetensi peserta didik

b)        Pelaksanaan Tes Praktik
Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dilakukan dalam melaksanakan tes praktik.
(1)      Menyampaikan rubrik sebelum pelaksanaan penilaian kepada peserta didik
(2)      Memberikan pemahaman yang sama kepada peserta didik tentang kriteria penilaian
(3)      Menyampaikan tugas kepada peserta didik
(4)      Memeriksa ketersediaan alat dan bahan yang digunakan untuk tes praktik
(5)      Melaksanakan penilaian selama rentang waktu yang direncanakan
(6)      Menilai kinerja peserta didik berdasarkan rubrik penilaian
(7)      Mengolahhasil penilaian
(8)      Mendokumentasikan hasil penilaian
(9)      Melakukan tindak lanjut hasil penilaian (remedial dan/atau pengayaan).


c)         Pelaporan Hasil Tes Praktik
Pelaporan hasil penilaian sebagai umpan balik terhadap penilaian melalui tes praktik harus memperhatikan beberapa hal berikut.
(1)      Keputusan diambil berdasarkan tingkat capaian kompetensi peserta didik.
(2)      Pelaporan diberikan dalam bentuk angka dan atau kategori kemampuan dengan dilengkapi oleh deskripsi yang bermakna.
(3)      Pelaporan bersifat tertulis.
(4)      Pelaporan disampaikan kepada peserta didik dan orangtua.
(5)      Pelaporan bersifat komunikatif, dapat dipahami oleh peserta didik dan orangtua.
(6)      Pelaporan mencantumkan pertimbangan atau keputusan terhadap capaian kinerja peserta didik.

d)        Acuan Kualitas Instrumen Tes Praktik
Tugas dan rubrik merupakan instrumen dalam tes praktik. Berikut ini akan diuraikan standar tugas dan rubrik.
(1)     Acuan Kualitas Tugas
Tugas-tugas untuk tes praktik harus memenuhi beberapa acuan kualitas berikut.
(a)     Mengarahkan peserta didik untuk menunjukkan capaian hasil kompetensi.
(b)     Dapat dikerjakan oleh peserta didik.
(c)      Mencantumkan waktu/kurun waktu pengerjaan tugas.
(d)     Sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik,
(e)      Sesuai dengan isi/cakupan kurikulum
(f)       Tugas bersifat adil (tidak bias gender dan latar belakang sosial ekonomi)

(2)     Acuan Kualitas Rubrik
Rubrik tes praktik harus memenuhi beberapa kriteria berikut.
(a)      Rubrik memuat seperangkat indikator untuk menilai kompetensi tertentu.
(b)      Indikator dalam rubrik diurutkan berdasarkan urutan langkah kerja pada tugas atau sistematika pada hasil kerja peserta didik.
(c)       Rubrik mengukur kemampuan yang hendak diukur (valid).
(d)      Rubrik dapat digunakan (feasible) dalam menilai kemampuan peserta didik.
(e)       Rubrik disertai dengan petunjuk penskoran yang jelas untuk pengambilan keputusan.

2)      Projek
Projekadalah tugas belajar yang meliputikegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secaratertulis dan lisan dalam waktu tertentu.Penilaian projek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode atau waktu tertentu.Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data.Penilaian projek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, penyelidikan dan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran dan indikator/topik tertentu secara jelas.

Pada penilaian projek, setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan: (a) kemampuan pengelolaan: kemampuan peserta didik dalam memilih indikator/topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan, (b) relevansi, kesesuaian dengan mata pelajaran dan indikator/topik, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan dalam pembelajaran, dan (c) keaslian: projek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karya sendiri/kelompok, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap projek peserta didik. Selanjutnya, untuk menjamin kualitas perencanaan dan pelaksanaan penilaian projek, perlu dikemukakan petunjuk teknis sebagai berikut.

a)        Perencanaan Penilaian Projek
Langkah-langkah yang harus dipenuhi dalam merencanakan penilaian projek sebagai berikut.
(1)          Menentukan kompetensi dasar yang sesuai untuk dinilai melalui projek.
(2)          Penilaian projek mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan projek.
(3)          Menyusun indikator proses dan hasil pencapaian kompetensi berdasarkan kompetensi.
(4)          Menentukan kriteria yang menunjukkan capaian indikator pada setiap tahapan pengerjaan projek.
(5)          Merencanakan apakah projek bersifat kelompok atau individual.
(6)          Merencanakan teknik-teknik dalam penilaian individual untuk tugas yang dikerjakan secara kelompok.
(7)          Menyusun tugas sesuai dengan rubrik penilaian.

b)   Pelaksanaan Penilaian Projek
Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dilakukan dalam melaksanakan penilaian projek.
(1)          Menyampaikan rubrik penilaian sebelum pelaksanaan penilaian kepada peserta didik
(2)          Memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang kriteria penilaian
(3)          Menyampaikan tugas disampaikan kepada peserta didik
(4)          Memberikan pemahaman yang sama kepada peserta didik tentang tugas yang harus dikerjakan
(5)          Melakukan penilaian selama perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan projek
(6)          Memonitor pengerjaan projek peserta didik dan memberikan umpan balik pada setiap tahapan pengerjaan projek
(7)          Menilai kinerja peserta didik berdasarkan rubrik penilaian
(8)          Mengolah dan mendokumentasikan hasil penilaian
(9)          Memberikan umpan balik terhadap laporan yang disusun peserta didik

c)         Acuan Kualitas Instrumen Penilaian Projek
Tugas dan rubrik merupakan instrumen dalam penilaian projek. Berikut ini akan diuraikan standar tugas dan rubrik pada penilaian projek.

(1)      Acuan Kualitas Tugas dalam Penilaian Projek
Tugas-tugas untuk penilaian projek harus memenuhi beberapa acuan kualitas berikut.
(a)          Mengarah pada pencapaian indikator pencapaian kompetensi
(b)          Dapat dikerjakan oleh peserta didik
(c)           Dapat dikerjakan selama proses pembelajaran atau merupakan bagian dari pembelajaran mandiri
(d)          Sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik
(e)           Berisi materi penugasan yang sesuai dengan cakupan kurikulum
(f)            Bersifat adil (tidak bias gender dan latar belakang sosial ekonomi)
(g)          Mencantumkan rentang waktu pengerjaan tugas

(2)      Acuan Kualitas Rubrik dalam Penilaian Projek
Rubrik untuk penilaian projek harus memenuhi beberapa kriteria berikut.
(a)           Dapat mengukur target kemampuan yang akan diukur (valid)
(b)           Sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi
(c)           Berisi indikator yang menunjukkan kemampuan yang dapat diamati
(d)          Berisi indikator yang menunjukkan kemampuan yang dapat diukur
(e)           Dapat memetakan kemampuan peserta didik
(f)            Menilai aspek-aspek penting pada projek peserta didik

3)        Penilaian portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian  yang  dilakukan dengancara menilai kumpulan sampel karya peserta didik dalambidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untukmengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/ataukreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu (misalnya satu semester) untuk mengetahui perkembangan dan pencapaian kompetensi peserta didik. Sampel karya peserta didik yang dimaksud adalah karya-karya yang digunakan untuk mengukur pencapaiankompetensi keterampilan peserta didik, BUKAN tugas-tugas yang dipakai untuk mengukur pencapaian kompetensi pengetahuan.

Berdasarkan sampel karya peserta didik dalam kurun waktu tertentu (misalnya satu semester), guru dan peserta didik dapat mengetahui perkembangan kemampuan dan pencapaian kompetensi keterampilan peserta didik.

Penilaian portofolio digunakan sebagai dasar untuk mendeskripsikan perkembangan dan pencapaian kompetensi keterampilan peserta didik. Disamping itu, hasil penilaian portofolio dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan penilian sikap.

b.       Bentuk Instrumen Penilaian Kompetensi Keterampilan
Instrumen penilaian kompetensi keterampilan dapat berbentuk skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi dengan rubrik.Penilaian kompetensi keterampilan yang menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberikan nilai berbentuk skala yang menunjukkan tingkat penguasaan kompetensi tertentu. Skala penilaian terentang dari sangat sempurna ketidak sempurna. Misalnya: 4 = sangat sempurna, 3 = sempurna, 2 = cukup sempurna, dan 1 = kurang sempurna. Untuk memperkecil faktor subjektivitas dan agar hasil penilaian lebih akurat, perlu dilakukan penilaian oleh lebih dari satu orang. Contoh rating scale sebagai berikut.

Penilaian Lompat Jauh Gaya Menggantung
(Menggunakan Skala Penilaian)

Nama Peserta didik: ________                                      Kelas: _____
No
Aspek yang Dinilai
Skor
4
3
2
1
1.
Teknik awalan




2.
Teknik tumpuan




3.
Sikap/posisi tubuh saat di udara




4.
Teknik mendarat




Jumlah Skor

Nilai


Keterangan:
Skor 4 apabila sangat sempurna
Skor 3 apabila sempurna
Skor 2 apabila cukup sempurna
Skor 1 apabila kurang sempurna




5.    Contoh Instrumen dan Rubrik Penilaian Kompetensi Keterampilan
Pada bagian ini disajikan contoh bentuk penilaian tes praktik, projek, dan portofolio untuk mata pelajaran IPA dan Prakarya.Dengan melihat contoh-contoh ini diharapkan guru mampu mengembangkan sendiri instrumen penilaian yang sesuai dengan indikator dari tiap-tiap KD mata pelajaran.
a.    Praktik

1)   Ilmu Pengetahuan Alam
Sebagai contoh, untuk KD 4.1 menyajikan hasil pengukuran terhadap besaran-besaran pada diri makhluk hidup dan lingkungan fisik dengan menggunakan satuan baku dan satuan tak baku, dibuat tugas sebagai berikut.

Contoh Tes Praktik
Tes Praktik
Digunakan untuk menilai keterampilan peserta didik dalam:
1.    Mendeskripsikan hasil pengamatan;
2.    Memprediksi peristiwa yang akan terjadi pada tinggi resapan air pada kertas tisu
3.    Mengomunikasikan hasil pengamatan secara tertulis dan lisan.

Lembar Kerja 1
a.   Potong kertas hisap atau kertas tisu dengan ukuran4 x12 cm!
b.   Gambarlah garis dengan spidol (atau pena)hitam 2 cm dari ujung kertas hisap tersebut!
c.    Ambil beaker glass atau gelas bekas air mineral, dan isidengan air setinggi 1 cm!
d.   Masukkan kertas hisap sampai ujungnya menyentuh dasar gelas!
e.    Amati apa yang terjadi pada tinggi resapan air pada kertas hisap!


Deskripsikan hasil pengamatanmu!





Buatlah prediksi!
Apa yang akan terjadi pada tinggi resapan air pada kertas tisu, setelah kertas tisu dicelupkan tersebut beberapa saat ke dalam air?




f.        Celupkan kertas tisu di air, dengan posisi garis berada sedikit di atas permukaanair!

Presentasikan hasil pengamatanmu!


Instrumen Penilaian Praktik

No.
Indikator
Skor
4

3

2

1

1
Menyiapkan alat dan bahan
Menyiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan sesuai spesifikasi
Menyiapakan semua  alat dan bahan yang diperlukan tetapi sebagian tidak sesuai spesifikasi
Menyiapkan alat lengkap tetapi bahan tidak lengkap
Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan tetapi tidak lengkap
2
Menafsirkan peristiwa yang akan terjadi
Mampu memberikan penafsiran benar (100%) secara substantif.
Mampu memberikan penafsiran kurang benar(75%) secara substantif.
Mampu memberikan penafsiran kurang benar (50%) secara substantif.
Tidak mampu memberikan penafsiran benar secara substantif.
3
Melakukan praktik
Mampu melakukan praktik dengan menggunakan seluruh prosedur (100%) yang ada.

Mampu melakukan praktik dengan menggunakan sebagian prosedur (75%) yang ada.

Mampu melakukan praktik dengan menggunakan sebagian prosedur (50%) yang ada.

Tidak mampu melakukan praktik dengan menggunakan prosedur yang ada.
4
Laporan hasil pengamatan
Memperoleh deskripsi hasil pengamatan secara lengkap (100%) sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.
Memperoleh deskripsi hasil pengamatan kurang lengkap  (75%) sesuai dengan prosedur yang ditetapkan
Memperoleh deskripsi hasil pengamatan kurang lengkap  (50%) sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

Tidak memperoleh deskripsi hasil pengamatan kurang lengkap sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.
5
Mempresentasikan hasil praktik
Mampu mempresentasikan hasil praktik dengan  memenuhi 4 kriteria: benar secara substantif, bahasa mudah dimengerti, penyajian yang menarik, dan disampaikan secara percaya diri.


Mampu mempresentasikan hasil praktik dengan  memenuhi 3 kriteria: benar secara substantif, bahasa mudah dimengerti, penyajian yang menarik, dan disampaikan secara percaya diri.
Mampu mempresentasikan hasil praktik dengan  memenuhi 2 kriteria: benar secara substantif, bahasa mudah dimengerti, penyajian yang menarik, dan disampaikan secara percaya diri.

Mampu mempresentasikan hasil praktik dengan  memenuhi 1 kriteria: benar secara substantif, bahasa mudah dimengerti, penyajian yang menarik, dan disampaikan secara percaya diri.
Rerataskor yang diperoleh



Rumus untuk menghitung nilai akhir:

Nilai =
Jumlah skor yang diperoleh
X 100
Skor maksimal


2)   Prakarya (Pengolahan)

Kompetensi Dasar dan Indikator

No
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
4
4. 1. Mencoba membuat olahan pangan buah dan sayuran menjadi minuman segar sesuai rancangan dan bahan yang ada di wilayah setempat.
4.1.1. Merancang pengolahan minuman segar  jus aneka buah.
4.1.2. Membuat minuman segar jus aneka buah
4.1.3. Menyajikan dan mengemas  minuman segar jus aneka buah.

                                 a.      Teknik Penilaian          : Praktik
                                 b.      Bentuk Instrumen        : Lembar Penilaian Praktik
                                  c.      Kisi-kisi Instrumen



No
Aspek
Indikator
Deskriptor
A
Proses
1.     Ide
Ide rancangan tertulis
2.     Kreativitas
Menemukan ide yang baru
3.     Kesesuaian materi, teknik dan prosedur
Kesesuaian materi, teknik dan prosedur
B
Produk
1.     Uji karya/rasa/gizi
Rasa dan kandungan gizi produk
2.     Kemasan/penyajian
Bentuk kemasan
3.     Kreativitas bentuk laporan
Kreativitas penyusunan laporan
4.     Presentasi/penampilan
Penampilan produk
C
Keselama-tan Kerja
1.      Penggunaan Alat
2.      Penerapan Prosedur
1.    Menggunakan alat dengan aman
2.    Melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur

                                 d.      Contoh Instrumen Tes Praktik

1) Petunjuk Tes Praktik          
a)   Buatlah rancangan pembuatan minuman segar jus aneka buah dari buah yang terdapat di sekitar tempat tinggal kalian.
b)   Siapkanlah bahan dan alat.
c)    Lakukan proses pengolahan minuman segar jus aneka buah dengan inovasi bahan, rasa dan warna.
d)   Sajikanlah minuman segar segar jus aneka buah secara menarik.
e)    Buatlah laporan setelah praktik pengolahan minuman segar jus aneka buah.

2) Ketentuan Praktik
a) Bahan
·      Bahan berupa buah (minimal 3 macam buah)  yang berasal dari lingkungan daerah tempattinggal.
·      Semua peralatan disiapkan secara lengkap.
b) Waktu pengerjaan: 80 menit
     c) Aspek yang dinilai
·      Uji karya/rasa/gizi
·      Kemasan/penyajian
·      Kreativitas bentuk laporan
·      Presentasi/penampilan
                       d). Memperhatikan keselamatan kerja selama praktik
                        e). Rubrik Penilaian Praktik







No.
Aspek Kinerja yang Dinilai
Skor
Jumlah Skor
Perolehan
Skor Maks per Aspek
Skor Perolehan : Skor Maksimum per Aspek x Bobot Aspek
4
3
2
1
A.
Proses (Bobot 50)

1
Ide gagasan




12


2
Kreativitas




3
Kesesuaian materi, teknik, dan prosedur











B.
Produk (Bobot 50)



1
Uji karya




16




2
Kemasan




3
Kreativitas laporan




4
Presentasi







NIlai



f). Skor Penilaian

No
Indikator
Skor dan Kriteria

PROSES

1.
Ide
4 = Jika memenuhi 3 kriteria: didasarkan pada potensi pangan lokal, kebutuhan masyarakat, dan hasil-hasil penelitian.
3 = Jika memenuhi 2 kriteria: didasarkan pada potensi pangan lokal, kebutuhan masyarakat, dan hasil-hasil penelitian.
2= Jika memenuhi 1 kriteria: didasarkan pada potensi pangan lokal, kebutuhan masyarakat, dan hasil-hasil penelitian
1 = Jika tidak memenuhi salah satu 3 kriteria: didasarkan pada potensi pangan lokal, kebutuhan masyarakat, dan hasil-hasil penelitian.

2.
Kreativitas
4 = Berfokus pada proses berpikir sehingga memunculkan ide-ide unik dan kreatif
3 = Cukup berfokus pada proses berpikir sehingga memunculkan ide-ide unik dan kreatif
2 = Kurang berfokus pada proses berpikir sehingga memunculkan ide-ide unik dan kreatif
1 = Tidak berfokus pada proses berpikir sehingga memunculkan ide-ide unik dan kreatif

3.
Kesesuaian materi, teknik dan prosedur
4 = Memperoleh kesesuaian tinggi antara materi, teknik dan prosedur
3 = Memperoleh kesesuaian cukup tinggi  antara  materi, teknik dan prosedur
2 = Memperoleh kesesuaian rendahantara antara materi, teknik dan prosedur
1 = Tidak memperoleh kesesuaian antara materi, teknik dan prosedur

PRODUK
1
Uji karya
4 = Memperoleh kesesuaian tinggi antara prediksi dengan produk yang dihasilkan
3 = Memperoleh kesesuaian cukup tinggi antara prediksi dengan produk yang dihasilkan
2 = Memperoleh kesesuaian rendah antara prediksi dengan produk yang dihasilkan
1 = Tidak memperoleh kesesuaian antara prediksi dengan produk yang dihasilkan.
2
Kemasan
4 = Keaslian ide, unik, kebaruan, berwawasan lingkungan, berorientasi pasar
3 = Unik, kebaruan, berwawasan lingkungan, berorientasi pasar
2 = Kebaruan, berwawasan lingkungan, berorientasi pasar
1 = Berwawasan lingkungan, berorientasi pasar
3
Kreativitas bentuk laporan
4 = Meliputi komponen judul, tabel data, perhitungan data, kesimpulan, dan daftar pustaka
3 = Meliputi komponen judul, perhitungan data, kesimpulan, dan daftar pustaka
2 = Meliputi komponen judul, kesimpulan, dan daftar pustaka
1 = Meliputi komponen judul, dan daftar pustaka
4
Presentasi
4 = Mampu mempresentasikan hasil praktik dengan benar secara substantif, bahasa mudah dimengerti, dan disampaikan secara percaya diri
3 = Mampu mempresentasikan hasil praktik dengan benar secara substantif,  dan disampaikan secara percaya diri
2 = Mampu mempresentasikan hasil praktik disampaikankurang percaya diri
1 = Tidak mampu mempresentasikan hasil pengukuran dengan benar secara substantif, bahasa sulit dimengerti, dan disampaikan tidak percaya diri.


b.  Projek
1)    Prakarya (Pengolahan)
(a).Judul   Projek: Menangani Masalah Pemanfaatan Bahan Pangan  (Singkong)  yang Melimpah
(b). Uraian Tugas:
(1)     Carilah informasi tentang aneka olahan pangan dari bahan pangan umbi (singkong) melalui survei atau browsing dari internet.
(2)     Buatlah laporan darihasil surveiatau browsingtersebut secara tertulis dan mandiri.
(3)     Aspek yang akan dinilai mencakup: perencanaan, pelaksanaan serta pelaporan



(c). Rubrik Penilaian

No.
Aspek
Deskreptor
Skor (1-4)
1.
Perencanaan
a)     Persiapan




b)     Rumusan Judul
1.                   
2.                  1. Rencana kegiatan tidak  matang
3.                  2. Rencana kegiatan kurang matang
4.                  3. Rencana kegiatan cukup  matang
5.                  4. Rencana kegiatan sangat matang
6.                   
1.   Judul tidak sesuai dengan isi
2.   Judul kurang sesuai dengan isi
3.   Judul cukup  sesuai dengan isi
4.   Judul  sangat  sesuai dengan isi

2.
 Pelaksanaan
a) Sistematika Kegiatan



b)   Keakuratan Informasi



c)     Kualitas Sumber Data



d)    Analisis Data




e)     Penarikan kesimpulan

1.   Pelaksanaan kegiatan tidak  runtut
2.   Pelaksanaan kegiatan kurang  runtut
3.   Pelaksanaan kegiatan cukup  runtut
4.   Pelaksanaan kegiatan sangat  runtut

1.   Data informasi tidak sesuai sumber
2.   Data informasi kurang  sesuai sumber
3.   Data informasi cukup  sesuai sumber
4.  Data informasi sangat   sesuai sumber

1.   Sumber data tidak berdasar sumber yang jelas
2.   Sumber data hanya dari satu sumber
3.   Sumber data dari dua sumber
4.   Sumber data dari dua atau lebih sumber

1.    Analisis data tidak menjawabpermasalahan
2.    Analisis data kurang  menjawab permasalahan
3.    Analisis data cukup  menjawab permasalahan
4.    Analisis data sangat  menjawab permasalahan

1. Kesimpulan tidak berdasarkan perolehan data
2. Kesimpulankurang  berdasarkan perolehandata
3. Kesimpulan cukup berdasarkan perolehan data
4. Kesimpulan sangat berdasarkan perolehan data

2.                   
Laporan Proyek
a)      Performan




b)      Peguasaan




1.    Laporan tidak lengkap
2.    Laporan kurang lengkap
3.    Laporan cukup  lengkap
4.    Laporan sangat  lengkap

1.    Tidak menguasai kegiatan
2.    Kurang menguasai kegiatan
3.    Cukup menguasai kegiatan
4.    Sangat menguasai kegiatan


Rumus untuk menghitung Nilai Akhir:

Nilai Akhir =
Perolehan Skor
X 4

Skor Maksimum

b.      Contoh Portofolio
Teknik penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkah-langkah sebagai berikut:
1.   Pendidik perlu menjelaskan kepada peserta didik bahwa portofolio tidak hanya merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan oleh pendidik untuk penilaian, tetapi digunakan juga oleh peserta didik sendiri untuk refleksi. Dengan melihat portofolionya peserta didik dapat mengetahui perkembangan kemampuan, keterampilan, dan minatnya. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan, tetapi membutuhkan waktu bagi peserta didik untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri.
2.   Pendidik bersama peserta didik menentukan sampel-sampel hasil pekerjaan apa saja yang akan dibuat. Dapat pula disepakati untuk dipilih beberapa sampel hasil kerja yang terbaik dan/atau sampel terbaik untuk dinilai. Portofolio peserta didik yang satu dan yang lain bisa sama bisa pula berbeda.
3.   Pendidik bersama peserta didik mengumpulkan dan menyimpan karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau folder di sekolah.
4.   Pendidik bersama peserta didik memberi tanggal pembuatan pada setiap hasil kerja peserta didik sehingga dapat diketahui perkembangannya dari waktu ke waktu.
5.   Pendidik merumuskan deskripsi pencapaian kompetensi keterampilan pesera didik.
6.   Kelengkapan dan kerapian portofolio dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan oleh pendidik untuk penilaian sikap. 

6.      Pengolahan/Analisis Skor
a.        Pengolahan nilai
Bahan dasar yang seharusnya dimiliki oleh setiap guru untuk membuat penilaian kompetensi keterampilan (KI-4) di buku Laporan Hasil PencapaianPeserta Didik adalah catatan hasil penilaian keterampilan per peserta didik.

Sebagai contoh, untuk menentukan nilai akhir berdasarkan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio seorang peserta didik dalam satu semester, digunakan skala 1 – 100  dan skala 1 – 4 sebagai berikut. Pada contoh di bawah ini ketiga teknik penilaian kompetensi keterampilan tidak harus digunakan pada semua KD. Hal ini perlu menjadi perhatian dan harus disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan kompetensi dasarnya. Penggunaan ketiga teknik penilaian ini diperlukan untuk memperoleh gambaran secara utuh tentang kompetensi keterampilan yang dicapai peserta didik.

Berikut contoh hasil penilaian ketrampilan mata pelajaran PPKn kelas VII:

KD
Skor
Rerata Skor
Tes Praktik
Projek
Portofolio
4.1
3,0

3,3
3,15
4.2
2,8

3,0
2,9
4.3


2,5
2,5
4.4
3,5

3,2
3,35
4.5


2,8
2,8
4.6

2,9
3,0
2,95
4.7


3,5
3,5
4.8


2,8
2,8
Rerata
3,1
2,9


Untuk penilaian portofolio, diambil nilai terbaik yaitu 3,5.Apabila kriteri bobot penilaian adalah sama untuk semua teknik penilaian maka skor akhir untuk kompetensi keterampilan adalah:

Nilai Akhir =
Jumlah Rerata Skor yang Diperoleh dari Praktik, Projek, dan Portofolio terbaik

3


Predikat B+ diperoleh berdasarkan tabel berikut ini.
Tabel 21: Konversi Penilaian Kompetensi Keterampilan
No.
Interval Nilai Keterampilan
(KI 4)
Predikat
1
3,83 < x ≤ 4,00
A
2
3,50< x ≤ 3,83
A-
3
3,17< x ≤ 3,50
B+
4
2,83< x ≤ 3,17
B
5
2,50< x ≤ 2,83
B-
6
2,17< x ≤ 2,50
C+
7
1,83 < x ≤ 2,17
C
8
1,50< x ≤ 1,83
C-
9
1,17< x ≤ 1,50
D+
10
1,00 ≤ x ≤ 1,17
D


















Untuk merekap nilai menjadi nilai laporan hasil pencapaian kompetensi peserta didik, setiap nilai KD dapat dibobot dengan tingkat kesulitan, volume tugas, dan/ataulamanya waktu yang diperlukan untuk menuntaskan satu KD tersebut. Jadi KD yang memerlukan waktu pencapaian lebih lama diberi bobot lebih besar. Selanjutnya nilai tersebut dapat dirata-rata dengan memperhitungkan bobot menjadi nilai rata-rata KD untuk satusemester. Jadi nilai kompetensi keterampilan persemester setiap peserta didikdisajikan dalampredikat A s.d. D  dan deskripsi kompetensi yang telah dicapainya.

Nilai laporan hasil pencapaian kompetensi peserta didik ditentukan berdasarkan nilai hasil tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. Dapat pula dipertimbangkan pembobotan, misalnya tes praktik lebih tinggi dibandingkan dengan projek dan penilaian portofolio.

Contoh pembobotan penilaian kompetensi ketrampilan.

Teknik
Bobot
Tes Praktik
2
Projek
1
Penilaian Portofolio
1
Jumlah Bobot
4

Nilai akhir untuk penilaian kompetensi keterampilan dengan pembobotan tersebut dihitung dengan rumus sebagai berikut.

Nilai Akhir =
(2 x Praktik) + (1 x  Projek) + (1 x Penilaian Portofolio)

4


b.      Deskripsi Pencapaian Kompetensi Keterampilan

Deskripsi ini memuat uraian kemampuan yang utama dimiliki peserta didik dan kemampuan yang perlu ditingkatkan dalam ketrampilan sesuai kompetensi dasar yang dipelajari dalamsatu semester. Deskripsi nilai keterampilam menggambarkan pencapaian kompetensi sesuai dengan kompetensi dasar dalam KI-4.

Deskripsi berdasarkan tabel contoh hasil penilaian ketrampilan mata pelajaran PPKn kelas VII di atas sebagai berikut:

Menguasai kompetensi dengan baik, terutama dalam menyaji hasil telaah Pancasila sebagai dasar negara perlu ditingkatkan dalam menyajikan pengamatan terhadap norma masyarakat

7.      Manajemen Nilai Kompetensi Keterampilan

a.      Pendokumentasian dan Pelaporan
1)        Tes Praktik
Pelaporan  tes praktik dibuat secara tertulis oleh pendidik dalam bentuk angka dan atau kategori kemampuan dengan dilengkapi oleh deskripsi yang bermakna yang hasilnya disampaikan kepada peserta didik dan orangtua peserta didik setiap kali dilakukan penilaian.
2)        Tes Projek
Pelaporan  tes projek dibuat secara tertulis maupun lisan oleh pendidik dalam bentuk angka dan atau kategori kemampuan dengan dilengkapi oleh deskripsi yang bermakna yang hasilya disampaikan kepada peserta didik dan orangtua peserta didik setiap kali dilakukan penilaian.
3)        Portofolio
Pendidik  mendokumentasikan dan menyimpan semua portofolio ke dalam map yang telah diberi identitas masing-masing peserta didik, menilai bersama peserta didik sebagai bahan laporan kepada  orang tua dan sekolah  pada setiap akhir semester.

b.      Tindak lanjut
Hasil penilaian keterampilan oleh pendidik dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui kemajuan dan kesulitan belajar, dikembalikan kepada peserta didik disertai balikan (feedback) berupa komentar yang mendidik (penguatan) yang dilaporkan kepada pihak terkait dan dimanfaatkan untuk perbaikan pembelajaran.Laporan hasil penilaian keterampilan oleh pendidik berbentuk nilai dan/atau deskripsi pencapaian kompetensi keterampilan dan oleh pendidik disampaikan kepada kepala sekolah/madrasah dan pihak lain yang terkait (misal: wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling, dan orang tua/wali) pada periode yang ditentukan dan dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik dalam bentuk Buku Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik.