Minggu, 21 September 2014

SILABUS MATA PELAJARAN: SENI BUDAYA (SENI TEATER) SMP KURIKULUM 2013

SILABUS MATA PELAJARAN: SENI BUDAYA (SENI TEATER)
(WAJIB PILIHAN)


Mata Pelajaran               :  Seni Teater
Kelas                              :  VII
Kompetensi Inti           :

KI 1:   Menerima, menanggapi, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
 KI 2 :  Menghargai perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, rasa ingin tahu, percaya diri, dan motivasi internal,  toleransi,  pola hidup sehat, ramah lingkungan dalam berinteraksi secara efektif  dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
 KI 3:   Memahami pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait  penomena dan kejadian yang tampak mata.
 KI 4:   Mencoba,  mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat) dan abstrak (menulis, membaca, menghitung, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan dari berbagai sumber lainnya yang sama dalam sudut pandang/teori.
  
Kompetensi Dasar
Materi Pokok
Pembelajaran
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber Belajar
1.1. Menerima, menanggapi dan menghargai  keragaman  dan keunikan seni  teater sebagai bentuk rasa syukur terhadap  anugerah Tuhan
2.1   Menunjukkan sikap  menghargai, jujur, disiplin,melalui aktivitas berkesenian 
2.2   Menunjukkan sikap bertanggung jawab, peduli, dan santun  terhadap  naskah drama, pertunjukan teater, pemain dan pembuatnya
2.3   Menunjukkan sikap  percaya diri , motivasi internal , kepedulian terhadap lingkungan dalam berkarya seni
3.1.    Memahami  teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa .

4.1.      Menerapkan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada sumber alam sekitar sebagai inspirasi.

Teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa
Mengamati
·      Membaca  dari berbagai sumber belajar tentang teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa .
·     Mengamati tayangan  dasar-dasar teknik akting dalam drama melalui media
·      Melihat  guru memperagakan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa .

Menanya
·     Menanya tentang  teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa berdasarkan tema alam

Mengeksplorasi
·      Mencari contoh teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa .
·      Merangkai berbagai teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa .
·      Mendiskusikan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa .
Mengasosiasi
·      Membandingkan teater di lingkungan tempat tinggal siswa dengan daerah lain berdasarkan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa .
·      Membandingkan bentuk penyajian teater daerah tempat tinggal siswa dengan daerah lain berdasarkan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa .

Mengomunikasi
·      Menampilkan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa .

Produk
·     Membuat ringkasan tentang dasar-dasar teknik akting bermain teater


Unjuk Kerja
·     mempergelarkan teknik olah tubuh dalam bentuk pantomim




4 JP

Buku Teks Pelajaran seni budaya kelas VII

Anirun, Suyatna. 2002. Menjadi Sutradara. Bandung: STSI PRESS.
Brook, Peter. 2002. Percikan Pemikiran tentang Teater, Film, dan Opera. Yogyakarta: Arti.
Endraswara, Suwardi.2011. Metode Pembelajaran Drama. Yogyakarta: FBS Universitas Negeri Yogyakarta.
Mitter, Shomit, Stanislavski, Brecht, Grotowski,  Brook. 2002. Sistem Pelatihan Lakon. Yogyakarta: Arti.
Saptaria, Rikrik  El. 2006.  Panduan Praktis Akting untuk Film & Teater. Bandung: Rekayasa Sains.
Sitorus, Eka D. 2002. The Art of Acting–Seni Peran untuk Teater, Film, & TV. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Stanislavski, Constantin. 2008. Membangun Tokoh. Yogyakarta: KPG dan Teater Garasi.

VCD pertunjukan teater
Ensiklopedia teater Indonesia

1. Menerima, menanggapi dan menghargai  keragaman  dan keunikan seni  teater sebagai bentuk rasa syukur terhadap  anugerah Tuhan
2.1   Menunjukkan sikap  menghargai, jujur, disiplin,melalui aktivitas berkesenian 
2.2   Menunjukkan sikap bertanggung jawab, peduli, dan santun  terhadap  naskah drama, pertunjukan teater, pemain dan pembuatnya
2.3   Menunjukkan sikap  percaya diri , motivasi internal , kepedulian terhadap lingkungan dalam berkarya seni
3.2.    Memahami teknik penyusunan, konsep dan  naskah  drama.

4.2.      Membuat  konsep /naskah  drama yang berkaitan dengan tema alam.

Konsep /naskah  drama.
Mengamati
·      Membaca dari berbagai sumber belajar tentang penyusunan dan konsep naskah drama
·      Mendengarkan berbagai musik ilustrasi teater 
·      Mengamati gerak alam semesta sebagai sumber penyusunan naskah drama

Menanya
·     menanyakan penyusunan dan konsep naskah drama dengan tema alam
·     menanyakan berbagai macam musik ilustrasi teater

Mengeksplorasi
·     Mencari contoh penyusunan dan konsep naskah drama
·     Merangkai ide-ide cerita dalam menyusun naskah drama
·     Mendiskusikan penyusunan dan konsep naskah drama dengan tema alam
·     Mendiskusikan berbagai macam musik ilustrasi pementasan teater

Mengasosiasi
·   Membandingkan teater bertema alam di lingkungan tempat tinggal siswa dengan daerah lain berdasarkan penyusunan dan konsep naskah drama
·   Membandingkan bentuk penyajian teater bertema alam daerah tempat tinggal siswa dengan daerah lain
·   Membandingkan musik ilustrasi teater bertema dalam di lingkungan tinggal siswa dengan daerah lain

Mengomunikasi
·   Menampilkan naskah drama berdasarkan tema alam
·   Membuat naskah drama pendek  yang di peragakan secara sederhana


Produk
·     Membuat  kritik seni secara sederhana maksimum  100 kata tentang teater berdasarkan tema alam

Unjuk Kerja
·   mempergelar kan naskah drama pendek tema alam


4 JP
Buku Teks Pelajaran seni budaya kelas VII

Anirun, Suyatna. 2002. Menjadi Sutradara. Bandung: STSI PRESS.
Brook, Peter. 2002. Percikan Pemikiran tentang Teater, Film, dan Opera. Yogyakarta: Arti.
Endraswara, Suwardi.2011. Metode Pembelajaran Drama. Yogyakarta: FBS Universitas Negeri Yogyakarta.
Mitter, Shomit, Stanislavski, Brecht, Grotowski,  Brook. 2002. Sistem Pelatihan Lakon. Yogyakarta: Arti.
Saptaria, Rikrik  El. 2006.  Panduan Praktis Akting untuk Film & Teater. Bandung: Rekayasa Sains.
Sitorus, Eka D. 2002. The Art of Acting–Seni Peran untuk Teater, Film, & TV. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Stanislavski, Constantin. 2008. Membangun Tokoh. Yogyakarta: KPG dan Teater Garasi.

VCD pertunjukan teater
Ensiklopedia teater Indonesia





1.1      Menerima, menanggapi dan menghargai  keragaman  dan keunikan seni  teater sebagai bentuk rasa syukur terhadap  anugerah Tuhan
2.1   Menunjukkan sikap  menghargai, jujur, disiplin,melalui aktivitas berkesenian 
2.2   Menunjukkan sikap bertanggung jawab, peduli, dan santun  terhadap  naskah drama, pertunjukan teater, pemain dan pembuatnya
2.3   Menunjukkan sikap  percaya diri , motivasi internal , kepedulian terhadap lingkungan dalam berkarya seni
3.3.    Memahami rancangan teknik  pementasan

4.3.      Merancang pementasan dan menerapkan prinsip kerjasama dalam   berteater

Rancangan pementasan
Mengamati
·     Membaca  dari berbagai sumber belajar tentang tata teknik pentas
·     Mengamati tata teknik pentas dengan menggunakan media

Menanya
·      Menanya tentang  tata teknik pentas sesuai dengan tema

Mengeksplorasi
·      Mencari contoh tata teknik pentas
·      Merangkai berbagai tata teknik pentas sesuai dengan tema
·      Mendiskusikan tata teknik pentas sesuai dengan tema

Mengasosiasi
·   Membandingkan tata teknik pentas teater alam di lingkungan tempat tinggal siswa dengan daerah lain berdasarkan tema
·   Membandingkan bentuk penyajian teater daerah tempat tinggal siswa dengan daerah lain berdasarkan tema

Mengomunikasi
·   Menampilkan   karya tata teknik pentas sesuai dengan tema
·   Membuat sinopsis teater sesuai dengan tema  yang di peragakan secara sederhana
Produk
·     Membuat ringkasan tentang tata teknik pentas

Unjuk Kerja
·      Melakukan  praktik tata teknik pentas

5 JP
Buku Teks Pelajaran seni budaya kelas VII

Anirun, Suyatna. 2002. Menjadi Sutradara. Bandung: STSI PRESS.
Brook, Peter. 2002. Percikan Pemikiran tentang Teater, Film, dan Opera. Yogyakarta: Arti.
Endraswara, Suwardi.2011. Metode Pembelajaran Drama. Yogyakarta: FBS Universitas Negeri Yogyakarta.
Mitter, Shomit, Stanislavski, Brecht, Grotowski,  Brook. 2002. Sistem Pelatihan Lakon. Yogyakarta: Arti.
Saptaria, Rikrik  El. 2006.  Panduan Praktis Akting untuk Film & Teater. Bandung: Rekayasa Sains.
Sitorus, Eka D. 2002. The Art of Acting–Seni Peran untuk Teater, Film, & TV. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Stanislavski, Constantin. 2008. Membangun Tokoh. Yogyakarta: KPG dan Teater Garasi.

VCD pertunjukan teater
Ensiklopedia teater Indonesia

1. Menerima, menanggapi dan menghargai  keragaman  dan keunikan seni  teater sebagai bentuk rasa syukur terhadap  anugerah Tuhan
2.1   Menunjukkan sikap  menghargai, jujur, disiplin,melalui aktivitas berkesenian 
2.2   Menunjukkan sikap bertanggung jawab, peduli, dan santun  terhadap  naskah drama, pertunjukan teater, pemain dan pembuatnya
2.3   Menunjukkan sikap  percaya diri , motivasi internal , kepedulian terhadap lingkungan dalam berkarya seni
3.4     Memahami teknik menampilkan pertunjukkan teater

4.4     Menampilkan pertunjukkan teater


Pertunjukan teater

Mengamati
·     Mengamati pementasan teater bertema alam sesuai dengan tata teknik pentas yang digunakan
·     Membaca naskah drama bertema alam sesuai dengan karakter tokoh yang diperankan

Menanya
·     menanyakan pementasan teater bertema alam dengan tata busana yang digunakan
·     menanyakan berbagai macam musik ilustrasi pementasan teater bertema alam

Mengeksplorasi
·     Mencari contoh pementasan teater bertema alam dengan tata teknik pentas yang sesuai
·     Menghubungkan pementasan teater bertema alam dengan tata teknik pentas yang dibutuhkan
·     Mendiskusikan pementasan teater bertema alam
·     Mendiskusikan berbagai macam musik ilustrasi pementasan teater bertema alam

Mengasosiasi
·   Membandingkan pementasan teater bertema alam di lingkungan tempat tinggal siswa dengan daerah lain
·   Membandingkan bentuk penyajian teater bertema alam  daerah tempat tinggal siswa dengan daerah lain
·   Membandingkan musik ilustrasi pementasan teater bertema di lingkungan tinggal siswa dengan daerah lain


Mengomunikasi
·   Menampilkan karya teater bertema alam sesuai dengan tata teknik pentas

Produk
·     Membuat  kritik seni secara sederhana maksimum  100 kata tentang pementasan teater

Unjuk Kerja
·      Melakukan  penampilan teater bertema alam sesuai dengan tata teknik pentas


5 JP
Buku Teks Pelajaran seni budaya kelas VII

Anirun, Suyatna. 2002. Menjadi Sutradara. Bandung: STSI PRESS.
Brook, Peter. 2002. Percikan Pemikiran tentang Teater, Film, dan Opera. Yogyakarta: Arti.
Endraswara, Suwardi.2011. Metode Pembelajaran Drama. Yogyakarta: FBS Universitas Negeri Yogyakarta.
Mitter, Shomit, Stanislavski, Brecht, Grotowski,  Brook. 2002. Sistem Pelatihan Lakon. Yogyakarta: Arti.
Saptaria, Rikrik  El. 2006.  Panduan Praktis Akting untuk Film & Teater. Bandung: Rekayasa Sains.
Sitorus, Eka D. 2002. The Art of Acting–Seni Peran untuk Teater, Film, & TV. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Stanislavski, Constantin. 2008. Membangun Tokoh. Yogyakarta: KPG dan Teater Garasi.

VCD pertunjukan teater
Ensiklopedia teater Indonesia

                                                                                                      




SILABUS MATA PELAJARAN: SENI BUDAYA (SENI TEATER)
(WAJIB PILIHAN)


Mata Pelajaran               :  Seni Teater
Kelas                             :  VIII
Kompetensi Inti             :
KI 1  :    Menanggapi, dan  menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2   :   Menghargai perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, rasa ingin tahu, estetika, percaya diri, motivasi internal,     toleransi, gotong royong dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI 3  :    Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penomena dan kejadian yang tampak mata.
KI  4  :  Mengolah,  menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat) dan abstrak (menulis, membaca, menghitung, dan mengarang)  sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan dari berbagai sumber lainnya yang sama dalam sudut pandang/teori.

KOMPETENSI DASAR
MATERI POKOK
PEMBELAJARAN
PENILAIAN
ALOKASI WAKTU
SUMBER BELAJAR
1.1.      Menerima, menanggapi dan menghargai keragaman  dan keunikan karya seni teater daerah sebagai bentuk rasa syukur terhadap  anugerah Tuhan
2.1     Menunjukkan sikap  menghargai,  jujur, disiplin, melalui aktivitas berkesenian
2.2    Menunjukkan sikap bertanggung jawab, peduli, santun  terhadap  naskah drama, pertunjukan teater, pemain dan pembuatnya
2.3    Menunjukkan sikap  percaya diri , motivasi internal , kepedulian terhadap lingkungan dalam berkarya seni
3.1     Memahami penerapan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada sumber budaya tradisional
4.1 Menerapkan teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada sumber budaya tradisional

teknik olah tubuh, olah suara, dan olah rasa yang mengacu pada sumber budaya tradisional
Mengamati
·     Membaca  dari berbagai sumber belajar tentang tentang teknik olah tubuh, olah suara dan olah rasa yang bersumber pada teater tradisional  
·     Mengamati tayangan keunikan  teknik olah tubuh, olah suara dan olah rasa yang bersumber pada teater tradisional   melalui media
·     Melihat  guru memperagakan teknik olah tubuh, olah suara dan olah rasa yang bersumber pada teater tradisional  


Menanya
·    Menanya tentang keunikan teknik olah tubuh, olah suara dan olah rasa yang bersumber pada teater tradisional  
Mengeksplorasi
·     Mencari contoh keunikan teknik olah tubuh, olah suara dan olah rasa yang bersumber pada teater tradisional   Merangkai berbagai keunikan ragam gerak tari tradisonal berdasarkan pola lantai
·     Mendiskusikan keunikan teknik olah tubuh, olah suara dan olah rasa yang bersumber pada teater tradisional   

Mengasosiasi
·   Membandingkan keunikan teknik olah tubuh, olah suara dan olah rasa yang bersumber pada teater tradisional   di lingkungan tempat tinggal siswa dengan daerah lain
Membandingkan bentuk penyajian teknik olah tubuh, olah suara dan olah rasa yang bersumber pada teater tradisional  

Mengkomunikasi
·   Menampilkan   karya teater berdasarkan teknik olah tubuh, olah suara dan olah rasa yang bersumber pada teater tradisional  
Produk
Membuat  ringkasan tentang keunikan teknik olah tubuh, olah suara dan olah rasa yang bersumber pada teater tradisional  

Unjuk Kerja
·      mempergelarkan teknik bermain teater tradisional


4 JP
Buku Teks Pelajaran seni budaya kelas VIII

Anirun, Suyatna. 2002. Menjadi Sutradara. Bandung: STSI PRESS.
Brook, Peter. 2002. Percikan Pemikiran tentang Teater, Film, dan Opera. Yogyakarta: Arti.
Endraswara, Suwardi.2011. Metode Pembelajaran Drama. Yogyakarta: FBS Universitas Negeri Yogyakarta.
Mitter, Shomit, Stanislavski, Brecht, Grotowski,  Brook. 2002. Sistem Pelatihan Lakon. Yogyakarta: Arti.
Saptaria, Rikrik  El. 2006.  Panduan Praktis Akting untuk Film & Teater. Bandung: Rekayasa Sains.
Sitorus, Eka D. 2002. The Art of Acting–Seni Peran untuk Teater, Film, & TV. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Stanislavski, Constantin. 2008. Membangun Tokoh. Yogyakarta: KPG dan Teater Garasi.

VCD pertunjukan teater
Ensiklopedia teater Indonesia







1.2.      Menerima, menanggapi dan menghargai keragaman  dan keunikan karya seni teater daerah sebagai bentuk rasa syukur terhadap  anugerah Tuhan
2.1     Menunjukkan sikap  menghargai,  jujur, disiplin, melalui aktivitas berkesenian
2.2    Menunjukkan sikap bertanggung jawab, peduli, santun  terhadap  naskah drama, pertunjukan teater, pemain dan pembuatnya
2.3    Menunjukkan sikap  percaya diri , motivasi internal , kepedulian terhadap lingkungan dalam berkarya seni

3.2 Memahami teknik  membuat naskah drama dari sumber budaya tradisional
4.2    Membuat  naskah drama  secara sederhana dari sumber budaya tradisional

Naskah drama  secara sederhana dari sumber budaya tradisional
Mengamati
·    Membaca  dari berbagai sumber belajar tentang pembuatan naskah drama bersumber pada teater tradisional 
·     Mengamati tayangan keunikan  pementasan naskah drama bersumber pada teater tradisional
·      Melihat  guru memperagakan pembuatan naskah drama bersumber pada teater tradisional
·      Mendengarkan musik ilustrasi pementasan teater tradisional


Menanya
·     Menanya tentang keunikan pembuatan naskah drama bersumber pada teater tradisional 
·     Menanyakan musik  ilustrasi pementasan teater tradisional sesuai dengan naskah yang disusun

Mengeksplorasi
·     Mencari contoh pembuatan naskah drama bersumber pada teater tradisional 
·     Merangkai berbagai keunikan pembuatan naskah drama bersumber pada teater tradisional
·     Mendiskusikan keunikan pembuatan naskah drama bersumber pada teater tradisional 

Mengasosiasi
·    Membandingkan keunikan pementasan berdasarkan  naskah drama bersumber pada teater tradisional 
·    Membandingkan bentuk penyajian teater tradisional tempat tinggal siswa dengan daerah lain

Mengomunikasi
·    Menampilkan   karya teater  tradisional berdasarkan naskah yang disusun
 
Produk
·     Membuat  kritik seni secara sederhana maksimum  200 kata tentang teater tradisional

Unjuk Kerja
·   mempergelarkan  teater tradisional sesuai dengan naskah yang dibuatnya



4 JP
Buku Teks Pelajaran seni budaya kelas VIII

Anirun, Suyatna. 2002. Menjadi Sutradara. Bandung: STSI PRESS.
Brook, Peter. 2002. Percikan Pemikiran tentang Teater, Film, dan Opera. Yogyakarta: Arti.
Endraswara, Suwardi.2011. Metode Pembelajaran Drama. Yogyakarta: FBS Universitas Negeri Yogyakarta.
Mitter, Shomit, Stanislavski, Brecht, Grotowski,  Brook. 2002. Sistem Pelatihan Lakon. Yogyakarta: Arti.
Saptaria, Rikrik  El. 2006.  Panduan Praktis Akting untuk Film & Teater. Bandung: Rekayasa Sains.
Sitorus, Eka D. 2002. The Art of Acting–Seni Peran untuk Teater, Film, & TV. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Stanislavski, Constantin. 2008. Membangun Tokoh. Yogyakarta: KPG dan Teater Garasi.

VCD pertunjukan teater
Ensiklopedia teater Indonesia

1.3.      Menerima, menanggapi dan menghargai keragaman  dan keunikan karya seni teater daerah sebagai bentuk rasa syukur terhadap  anugerah Tuhan
2.1     Menunjukkan sikap  menghargai,  jujur, disiplin, melalui aktivitas berkesenian
2.2    Menunjukkan sikap bertanggung jawab, peduli, santun  terhadap  naskah drama, pertunjukan teater, pemain dan pembuatnya
2.3    Menunjukkan sikap  percaya diri , motivasi internal , kepedulian terhadap lingkungan dalam berkarya seni

3.3    Memahami  teknik dan rancangan pertunjukkan teater tradisional
4.3    Merancang  pertunjukkan teater tradisional


Rancangan  pertunjukkan teater tradisional
Mengamati
·    Membaca  dari berbagai sumber belajar tentang teknik rancangan pertunjukan teater tradisional  
·    Mengamati tayangan teater berdasarkan teknik rancangan pertunjukan teater tradisional   dan unsur pendukungnya melalui media

Menanya
·     Menanya tentang pementasan teater dan teknik rancangan pertunjukan teater tradisional   serta pendukungnya

Mengeksplorasi
·     Mencari contoh teknik rancangan pertunjukan teater tradisional   dan unsur pendukungnya
·     Merangkai berbagai  ragam teknik rancangan pertunjukan teater tradisional  
·     Mendiskusikan ragam teknik rancangan pertunjukan teater tradisional   dan unsure pendukungnya

Mengasosiasi
·    Membandingkan teknik rancangan pertunjukan teater tradisional   di lingkungan tempat tinggal siswa dengan daerah lain berdasarkan tema
·    Membandingkan bentuk penyajian teknik rancangan pertunjukan teater tradisional   tempat tinggal siswa dengan daerah lain berdasarkan tema

Mengomunikasi
·    Menampilkan karya rancangan pertunjukan teater tradisional   dengan menggunakan unsur pendukungnya

Produk
·     Membuat  ringkasan tentang teknik rancangan pertunjukan teater tradisional  


Unjuk Kerja
·      mempergelarkan rancangan pertunjukan teater tradisional   dengan menggunakan unsur pendukung teater


5 JP
Buku Teks Pelajaran seni budaya kelas VIII

Anirun, Suyatna. 2002. Menjadi Sutradara. Bandung: STSI PRESS.
Brook, Peter. 2002. Percikan Pemikiran tentang Teater, Film, dan Opera. Yogyakarta: Arti.
Endraswara, Suwardi.2011. Metode Pembelajaran Drama. Yogyakarta: FBS Universitas Negeri Yogyakarta.
Mitter, Shomit, Stanislavski, Brecht, Grotowski,  Brook. 2002. Sistem Pelatihan Lakon. Yogyakarta: Arti.
Saptaria, Rikrik  El. 2006.  Panduan Praktis Akting untuk Film & Teater. Bandung: Rekayasa Sains.
Sitorus, Eka D. 2002. The Art of Acting–Seni Peran untuk Teater, Film, & TV. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Stanislavski, Constantin. 2008. Membangun Tokoh. Yogyakarta: KPG dan Teater Garasi.

VCD pertunjukan teater
Ensiklopedia teater Indonesia





1.4.      Menerima, menanggapi dan menghargai keragaman  dan keunikan karya seni teater daerah sebagai bentuk rasa syukur terhadap  anugerah Tuhan
2.1     Menunjukkan sikap  menghargai,  jujur, disiplin, melalui aktivitas berkesenian
2.2    Menunjukkan sikap bertanggung jawab, peduli, santun  terhadap  naskah drama, pertunjukan teater, pemain dan pembuatnya
2.3    Menunjukkan sikap  percaya diri , motivasi internal , kepedulian terhadap lingkungan dalam berkarya seni

3.4 Memahami teknik  pertunjukan teater dengan gaya teater tradisional
4.4         Mempertunjukan teater dengan gaya teater tradisional


Pertunjukan teater dengan gaya teater tradisional
Mengamati
·    Membaca  dari berbagai sumber belajar tentang pertunjukan teater gaya tradisional   
·    Mengamati tayangan pertunjukan teater gaya tradisional   
·    Mendengarkan beberapa musik ilustrasi pertunjukan teater gaya tradisional   

Menanya
·     Menanya tentang pertunjukan teater gaya tradisional   
·     Menanya tentang musik ilustrasi pertunjukan teater gaya tradisional   

Mengeksplorasi
·     Mencari contoh pertunjukan teater gaya tradisional   
·     Merangkai berbagai  ragam teknik dalam pertunjukan teater gaya tradisional   
·     Mendiskusikan pertunjukan teater gaya tradisional   

Mengasosiasi
·    Membandingkan pertunjukan teater gaya tradisional   di lingkungan tempat tinggal siswa dengan daerah lain berdasarkan tema yang digunakan
·    Membandingkan bentuk penyajian pertunjukan teater gaya tradisional   tempat tinggal siswa dengan daerah lain berdasarkan tema yang digunakan

Mengomunikasi
·     Menampilkan karya teater gaya tradisional   sesuai dengan unsur pendukungnya
Produk
·     Membuat  kritik seni secara sederhana maksimum 200 kata  tentang teater  gaya tradisional berdasarkan tema 

Unjuk Kerja
·   mempergelarkan  teater  gaya tradisional  berdasarkan tema  dengan menggunakan unsur pendukung



5 JP

Buku Teks Pelajaran seni budaya kelas VIII

Anirun, Suyatna. 2002. Menjadi Sutradara. Bandung: STSI PRESS.
Brook, Peter. 2002. Percikan Pemikiran tentang Teater, Film, dan Opera. Yogyakarta: Arti.
Endraswara, Suwardi.2011. Metode Pembelajaran Drama. Yogyakarta: FBS Universitas Negeri Yogyakarta.
Mitter, Shomit, Stanislavski, Brecht, Grotowski,  Brook. 2002. Sistem Pelatihan Lakon. Yogyakarta: Arti.
Saptaria, Rikrik  El. 2006.  Panduan Praktis Akting untuk Film & Teater. Bandung: Rekayasa Sains.
Sitorus, Eka D. 2002. The Art of Acting–Seni Peran untuk Teater, Film, & TV. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Stanislavski, Constantin. 2008. Membangun Tokoh. Yogyakarta: KPG dan Teater Garasi.

VCD pertunjukan teater
Ensiklopedia teater Indonesia







SILABUS MATA PELAJARAN: SENI BUDAYA (SENI TEATER)
(WAJIB PILIHAN)

Mata Pelajaran                    : SENI TEATER
Kelas                                :  IX 
Kompetensi Inti :

KI 1  : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI 2  : Menghargai, dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, rasa ingin tahu, estetika, percaya diri, motivasi internal, toleransi gotong royong, kerjasama, cinta damai  dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI 3  : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penomena dan kejadian yang tampak mata.
KI 4  : Mengolah,  menyaji, dan menalar dalam ranah konkret menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasii, membuat  dan mencipta)  dan abstrak (menulis, membaca, menghitung, mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan dari berbagai sumber lainnya yang sama dalam sudut pandang/teori.




Kompetensi Dasar
Materi Pokok
Pembelajaran
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber Belajar
1.1.      Menerima, menanggapi dan menghargai keragaman  dan keunikan karya seni teater modern sebagai bentuk rasa syukur terhadap  anugerah Tuhan
2.1   Menunjukkan sikap  menghargai,jujur, disiplin, melalui aktivitas berkesenian 
2.2   Menunjukkan sikap bertanggung jawab, peduli, santun terhadap  naskah drama, pertunjukan teater, pemain dan pembuatnya
2.3    Menunjukkan sikap  percaya diri , motivasi internal , kepedulian terhadap lingkungan dalam berkarya seni
3.1  Memahami  tehnik  olah tubuh, olah suara, dan olah rasa teater Modern Indonesia

4.1   Menerapkan tehnik  olah tubuh, olah suara, dan olah rasa  teater Modern Indonesia

Tehnik  olah tubuh, olah suara, dan olah rasa  teater Modern Indonesia
Mengamati
·     Membaca dari berbagai sumber belajar tentang teknik olah tubuh, olah suara dan olah rasa teater modern
·     Mengamati tayangan teknik olah tubuh, olah suara dan olah rasa teater modern
 melalui media
·     Melihat  guru memperagakan teknik olah tubuh, olah suara dan olah rasa teater modern

Menanya
·     Menanya  tentang  teknik olah tubuh, olah suara dan olah rasa teater modern

Mengeksplorasi
·     Mencari contoh ragam  teknik olah tubuh, olah suara dan olah rasa teater modern
·     Merangkai berbagai ragam  teknik olah tubuh, olah suara dan olah rasa teater modern
·     Mendiskusikan ragam  teknik olah tubuh, olah suara dan olah rasa teater modern

Mengasosiasi
·   Membandingkan keunikan gerak tari gaya modern berdasarkan komposisi
·   Membandingkan keunikan  bentuk penyajian tari gaya modern berdasarkan komposisi

Mengomunikasi
Menampilkan  karya olah tubuh, olah suara dan olah rasa teater modern dalam bentuk pantomim

Unjuk Kerja
·     mempergelarkan pantomim berdasarkan teknik bermain teater


Produk
·      Membuat  ringkasan tentang teknik bermain teater modern

4 JP
Buku Teks Pelajaran seni budaya kelas IX

Anirun, Suyatna. 2002. Menjadi Sutradara. Bandung: STSI PRESS.
Brook, Peter. 2002. Percikan Pemikiran tentang Teater, Film, dan Opera. Yogyakarta: Arti.
Endraswara, Suwardi.2011. Metode Pembelajaran Drama. Yogyakarta: FBS Universitas Negeri Yogyakarta.
Mitter, Shomit, Stanislavski, Brecht, Grotowski,  Brook. 2002. Sistem Pelatihan Lakon. Yogyakarta: Arti.
Saptaria, Rikrik  El. 2006.  Panduan Praktis Akting untuk Film & Teater. Bandung: Rekayasa Sains.
Sitorus, Eka D. 2002. The Art of Acting–Seni Peran untuk Teater, Film, & TV. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Stanislavski, Constantin. 2008. Membangun Tokoh. Yogyakarta: KPG dan Teater Garasi.

VCD pertunjukan teater
Ensiklopedia teater Indonesia



1.2.      Menerima, menanggapi dan menghargai keragaman  dan keunikan karya seni teater modern sebagai bentuk rasa syukur terhadap  anugerah Tuhan
2.1   Menunjukkan sikap  menghargai,jujur, disiplin, melalui aktivitas berkesenian 
2.2   Menunjukkan sikap bertanggung jawab, peduli, santun terhadap  naskah drama, pertunjukan teater, pemain dan pembuatnya
2.3    Menunjukkan sikap  percaya diri , motivasi internal , kepedulian terhadap lingkungan dalam berkarya seni

3.2  Memahami rancangan  dan pementasan  teater Modern

4.2   Merancang  dan mempersiapkan pementasan  teater Modern.

Rancang  dan mempersiapkan pementasan  teater Modern.

Mengamati
·     Membaca dari berbagai sumber belajar tentang rancangan pementasan teater modern 
·     Mengamati tayangan teater gaya modern berdasarkan rancangan pementasan
·     Mendengarkan musik ilustrasi pementasan teater modern

Menanya
·     Menanya  tentang  rancangan pementasan teater modern 

    Mengeksplorasi
·     Mencari contoh rancangan pementasan teater modern 
·     Merangkai berbagai rancangan pementasan teater modern 
Mendiskusikan ragam  rancangan pementasan teater modern  sesuai dengan tema


Mengasosiasi
·   Membandingkan keunikan rancangan pementasan teater modern 
·   Membandingkan keunikan  bentuk rancangan pementasan teater modern 

Mengomunikasi
·   Menampilkan  teater gaya modern berdasarkan rancangan pementasan

Produk
·     Membuat  kritik teater maksimum 300 kata tentang teater gaya modern sesuai dengan tata teknik pentas

Unjuk Kerja
·     mempergelarkan teater gaya modern sesuai dengan tata teknik pentas


4 JP
Buku Teks Pelajaran seni budaya kelas IX

Anirun, Suyatna. 2002. Menjadi Sutradara. Bandung: STSI PRESS.
Brook, Peter. 2002. Percikan Pemikiran tentang Teater, Film, dan Opera. Yogyakarta: Arti.
Endraswara, Suwardi.2011. Metode Pembelajaran Drama. Yogyakarta: FBS Universitas Negeri Yogyakarta.
Mitter, Shomit, Stanislavski, Brecht, Grotowski,  Brook. 2002. Sistem Pelatihan Lakon. Yogyakarta: Arti.
Saptaria, Rikrik  El. 2006.  Panduan Praktis Akting untuk Film & Teater. Bandung: Rekayasa Sains.
Sitorus, Eka D. 2002. The Art of Acting–Seni Peran untuk Teater, Film, & TV. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Stanislavski, Constantin. 2008. Membangun Tokoh. Yogyakarta: KPG dan Teater Garasi.

VCD pertunjukan teater
Ensiklopedia teater Indonesia

1.3.      Menerima, menanggapi dan menghargai keragaman  dan keunikan karya seni teater modern sebagai bentuk rasa syukur terhadap  anugerah Tuhan
2.1   Menunjukkan sikap  menghargai,jujur, disiplin, melalui aktivitas berkesenian 
2.2   Menunjukkan sikap bertanggung jawab, peduli, santun terhadap  naskah drama, pertunjukan teater, pemain dan pembuatnya
2.3    Menunjukkan sikap  percaya diri , motivasi internal , kepedulian terhadap lingkungan dalam berkarya seni

3.3  Memahami rancangan konsep produksi manajemen  pertunjukan teater
4.3   Merancang konsep produksi manajemen 
         pertunjukan teater

Rancang konsep produksi manajemen           pertunjukan teater
Mengamati
·    Membaca dari berbagai sumber belajar tentang konsep  produksi manajemen pertunjukan teater
·    Mengamati tayangan konsep  produksi manajemen pertunjukan teater melalui media

Menanya
·   Menanya  tentang  konsep  produksi manajemen pertunjukan teater

Mengeksplorasi
·     Mencari contoh konsep  produksi manajemen pertunjukan teater
·     Merangkai berbagai ragam  konsep  produksi manajemen pertunjukan teater
·     Mendiskusikan ragam  konsep  produksi manajemen pertunjukan teater

Mengasosiasi
·   Membandingkan keunikan konsep  produksi manajemen pertunjukan teater
·    Membandingkan keunikan  bentuk konsep  produksi manajemen pertunjukan teater

Mengomunikasi
·   Menampilkan  karya teater hasil produksi manajemen pertunjukan

  Produk
·     Membuat  ringkasan tentang konsep  produksi manajemen pertunjukan teater

Unjuk Kerja
·     mempergelarkan teater gaya kontemporer

5 JP
Buku Teks Pelajaran seni budaya kelas IX

Anirun, Suyatna. 2002. Menjadi Sutradara. Bandung: STSI PRESS.
Brook, Peter. 2002. Percikan Pemikiran tentang Teater, Film, dan Opera. Yogyakarta: Arti.
Endraswara, Suwardi.2011. Metode Pembelajaran Drama. Yogyakarta: FBS Universitas Negeri Yogyakarta.
Mitter, Shomit, Stanislavski, Brecht, Grotowski,  Brook. 2002. Sistem Pelatihan Lakon. Yogyakarta: Arti.
Saptaria, Rikrik  El. 2006.  Panduan Praktis Akting untuk Film & Teater. Bandung: Rekayasa Sains.
Sitorus, Eka D. 2002. The Art of Acting–Seni Peran untuk Teater, Film, & TV. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Stanislavski, Constantin. 2008. Membangun Tokoh. Yogyakarta: KPG dan Teater Garasi.

VCD pertunjukan teater
Ensiklopedia teater Indonesia

1.4.      Menerima, menanggapi dan menghargai keragaman  dan keunikan karya seni teater modern sebagai bentuk rasa syukur terhadap  anugerah Tuhan
2.1   Menunjukkan sikap  menghargai,jujur, disiplin, melalui aktivitas berkesenian 
2.2   Menunjukkan sikap bertanggung jawab, peduli, santun terhadap  naskah drama, pertunjukan teater, pemain dan pembuatnya
2.3    Menunjukkan sikap  percaya diri , motivasi internal , kepedulian terhadap lingkungan dalam berkarya seni

3.4  Memahami pertunjukan teater modern
4.4  Menampilkan  pertunjukan teater modern

Pertunjukan teater modern

Mengamati
·    Membaca dari berbagai sumber belajar tentang penampilan teater gaya modern
·    Mengamati tayangan penampilan teater gaya modern melalui media
·    Mendengarkan musik ilustrasi penampilan teater gaya modern


Menanya
·    Menanya  tentang  penampilan teater gaya modern

Mengeksplorasi
·     Mencari contoh ragam  penampilan teater gaya modern
·     Merangkai berbagai penampilan teater gaya modern
·     Mendiskusikan ragam  penampilan teater gaya modern


Mengasosiasi
·   Membandingkan keunikan penampilan teater gaya modern
·   Membandingkan keunikan  bentuk penyajian penampilan teater gaya modern

Mengomunikasi
·   Menampiklan teater gaya modern
·   Membuat sinopsis penampilan teater gaya modern
Unjuk Kerja
·      mempergelarkan tari gaya kontemporer berdasarkan komposisi sesuai iringan

Produk
·           membuat sinopsis penampilan teater gaya modern
5 JP
Buku Teks Pelajaran seni budaya kelas IX

Anirun, Suyatna. 2002. Menjadi Sutradara. Bandung: STSI PRESS.
Brook, Peter. 2002. Percikan Pemikiran tentang Teater, Film, dan Opera. Yogyakarta: Arti.
Endraswara, Suwardi.2011. Metode Pembelajaran Drama. Yogyakarta: FBS Universitas Negeri Yogyakarta.
Mitter, Shomit, Stanislavski, Brecht, Grotowski,  Brook. 2002. Sistem Pelatihan Lakon. Yogyakarta: Arti.
Saptaria, Rikrik  El. 2006.  Panduan Praktis Akting untuk Film & Teater. Bandung: Rekayasa Sains.
Sitorus, Eka D. 2002. The Art of Acting–Seni Peran untuk Teater, Film, & TV. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Stanislavski, Constantin. 2008. Membangun Tokoh. Yogyakarta: KPG dan Teater Garasi.

VCD pertunjukan teater
Ensiklopedia teater Indonesia

                                              



Tidak ada komentar:

Posting Komentar